Don't Forget to Leave Comment


Sabtu, 20 April 2013

Pembangunan Daerah


JAYAPURA – Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Scot Marciel, berkunjung ke Jayapura, Papua, untuk bertemu dengan pejabat serta tokoh masyarakat setempat. Pemerintah AS menilai Papua sebagai bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kunjungan ini merupakan rangkaian untuk meningkatkan kerja sama di dalam kerangka Kemitraan Komprehensif yang telahj berjalan antara AS dan Indonesia. Tidak lupa Dubes Marciel mendukung kemajuan untuk meningkatkan peluang dalam bidang ekonomi dan pengembangan lembaga-lembaga politik dan sipil.

Selama kunjungannya di Papua, Dubes Marciel menggarisbawahi program-program Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (U.S. Agency for International Development/ USAID), baik yang baru maupun yang tengah berjalan. Program-program tersebut mendukung pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Papua. Program-program tersebut merupakan kelanjutan komitmen Pemerintah AS untuk mendukung pembangunan di daerah.

Dalam kesempatan ini, Dubes Marciel bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua, Dr. James Modouw, untuk membahas implementasi kurikulum pendidikan baru untuk lebih dari 32.000 pelajar di 355 sekolah di enam kabupaten. 

“Kurikulum yang dirancang khusus untuk Papua akan menginspirasi anak-anak Papua untuk belajar. Kurikulum ini juga memperlihatkan rasa hormat kami untuk kebudayaan Papua yang begitu kaya,” ungkap Dubes Marciel dalam keterangan pers Kedutaan Besar AS yang diterima Okezone, Senin (5/11/2012).

Hibah senilai 2,8 juta dolar AS ini akan membantu dinas pendidikan provinsi  untuk memperbaiki, mencetak dan mendistribusikan kurikulum baru, serta melaksanakan pelatihan bagi para guru. Melalui program pendidikan yang disebut SERASI ini, USAID akan bermitra dengan Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yayasan Kristen Wamena dalam mengembangkan kurikulum mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia untuk siswa kelas satu dan dua.

Tentunya program tersebut disesuaikan dengan budaya lokal serta memenuhi atau bahkan melampaui standar nasional. Pemprov Papua akan menggunakan kurikulum khusus ini untuk sekolah-sekolah di pedalaman, terutama di daerah pegunungan. Lima kabupaten di wilayah pegunungan serta organisasi yang menyelenggarakan pendidikan non-formal dan sistem pendidilan paralel akan menggunakan kurikulum tersebut.

Dubes Marciel juga mendiskusikan program-program bantuan AS lainnya dalam bidang kesehatan, lingkungan, pertumbuhan ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Pemerintah AS menyediakan bantuan senilai 1,5 juta dolar AS melalui sebuah program USAID baru yang bertujuan untuk mengurangi penggundulan hutan atau deforestasi, melindungi keanekaragaman hayati, serta meningkatkan pendapatan warga Papua melalui manajemen Pegunungan Cyclops yang berkelanjutan. 

“Amerika Serikat bangga dapat bermitra dengan Gugus Tugas Pembangunan Rendah Karbon Provinsi Papua, juga pemerintah dan komunitas setempat, untuk mengurangi deforestasi di Pegunungan Cyclops dan melindunginya demi kepentingan generasi mendatang,” imbuhnya.

Program USAID ini akan bermitra dengan pemerintah, pengusaha serta komunitas lokal untuk mempromosikan energi biomassa terbarukan sebagai alternatif penggunaan arang yang diproduksi dari hasil menebang pohon. Melalui program ini, akan diadakan penanaman pohon dan rehabilitasi area yang menjadi kunci kelangsungan Pegunungan Cyclops dan sumber air Kota Jayapura. 

Selain itu, program ini akan mengadakan forum di daerah-daerah setempat untuk memberikan pengarahan bagi warga, pemerintah lokal, sektor swasta dan lembaga swadaya masyarakat mengenai strategi untuk memperbaiki pengelolaan sumber daya alam. Program USAID di Pegunungan Cyclops membantu Papua memenuhi komitmennya dan berkontribusi terhadap REDD+, sebuah prakarsa global untuk mengurangi emisi yang disebabkan deforestasi dan degradasi hutan.

USAID juga bekerja sama dengan Pemerintah Papua untuk merampungkan sebuah program tata kelola kesehatan yang baru, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas jasa pelayanan kesehatan masyarakat di sejumlah daerah. Target program ini adalah peningkatan kualitas jasa pelayanan dalam bidang kesehatan ibu dan anak, HIV/AIDS dan tuberkulosis.

KOMENTAR     

      Pembangunan yang dilakukan Pemerintah AS di Papua itu sangat membantu penduduk yang berada di Papua, karena program yang dilakukan pemerintah AS dapat memperbaiki kondisi pendidikan, kesehatan dan lingkungan demi kemajuan suatu daerah tersebut..Dari segi pendidikan daerah Papua dinilai sangat kurang dalam menerima informasi seputar ilmu pengetahuan dan Teknologi, dengan adanya kurikulum baru dan pelatihan bagi guru-guru yang berada di Papua, setidaknya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua menjadi lebih baik.         
     Bantuan yang diberikan AS yang berkontribusi dalam bidang Kesehatan dan Lingkungan sangat membantu sekali, karena dalam Masalah Kesehatan daerah Papua memiliki Catatan Kesehatan yang kurang baik seperti meningkatnya HIV/AIDS dan Tuberkulosis, dana yang disalurkan Pemerintah AS  dikontribusikan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan agar berkurangnya penderita HIV/AIDS dan tuberkulosis.     
      Dalam Lingkungan, daerah Papua banyak sekali hutan-hutan yang berada di papua telah gundul karena ulah para manusia yang lebih mementingkan ego dirinya sendiri demi kegiatan ekonomi dan menyebabkan daerah tersebut menjadi gersang . Oleh karena itu program USAID ini sangat membantu untuk mengurangi pengundulan hutan demi melindungi keanekaragaman hayati. Program USAID ini sangat bagus karena diadakan penanaman pohon dan rehabilitasi area yang menjadi kunci kelangsungan pegunungan Cyclops dan sumber air di Kota Jayapura, agar Kota Jayapura tidak lagi kekurangan air.

Sabtu, 06 April 2013

NILAI MONOZUKURI (Tugas Softskill 2)

NILAI MONOZUKURI: Dapat Diadopsi IKM Berbasis Budaya


JAKARTA--Nilai-nilai produksi barang di Jepang yang biasa dikenal  dengan  Monozukuri dapat diadopsi oleh industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan daya saingnya di pasar internasional.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang (PPIJ), Rachmat Gobel, IKM di Indonesia khususnya yang berbasis budaya, memiliki potensi besar di pasar dunia, misalnya saja industri pembuatan kain tenun, songket, dan batik.

"Jepang memiliki nilai monozukuri yang membuat IKM bisa terus bertahan dan berinovasi selama berabad-abad. Kita bisa belajar dari mereka sehingga produk budaya kita bisa digemari di pasar lokal dan internasional," jelasnya, Kamis (7/2).

Monozukuri sendiri, berasal dari kata mono yang berarti produk dan zukuri yang berarti proses pembuatan atau penciptaan.

Namun demikian, konsep ini mengandung makna yang jauh lebih luas dari arti harafiahnya. Kata monozukuri juga mengandung semangat jiwa untuk mencipta produk unggul dan kemauan untuk terus menyempurnakan proses dan sistem produksinya.

Dalam seminar The Longetivity Secret of Furoshiki Business yang diadakan PT Bank Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PPIJ, Kamis (7/2), semangat monozukuri tersebut ditularkan oleh CEO Eirakuya, Ihee Hosotsuji, yang menjadi generasi ke 14 pengelola perusahaan keluarga berbasis budaya tekstil di Jepang.

"Tantangan dan masa-masa sulit tentu pernah kami rasakan, namun pada prinsipnya kita bekerja untuk berkontribusi pada masyarakat, bukan semata-mata untuk uang," kata Hotsotsuji.


KOMENTAR
Nilai Monozukuri ini memang bagus dan dapat kita adaptasikan ke negara Indonesia, karena di Indonesia banyak adanya IKM  yang berbasis budaya yang menjual hasil budaya Indonesia seperti dalam industri pembuatan kain tenun, songket, dan batik, coba bayangkan apabila hasil budaya kita dapat dikenal sampai mancanegara dan dapat menarik perhatian di pasar internasional, pasti permintaan terhadap kain tersebut semakin meningkat, meskipun prinsip ini berkontribusi pada masyarakat, tetapi pendapatan negara pun akan bertambah, pertumbuhan perekonomian di Indonesia pun meningkat serta pengangguran pun teratasi karena apabila banyak para IKM yang untung dalam menerapkan prinsip ini, maka akan banyak muncul IKM baru yang ingin merintis usaha menggunakan prinsip ini. Jika Monozukuri berhasil diterapkan, pasti para IKM lebih memiliki semangat untuk menciptakan produk unggul,  meningkatkan sistem produksinya, meningkatkan kualitas dan daya saingnya di pasar internasional

http://archive.bisnis.com/articles/nilai-monozukuri-dapat-diadopsi-ikm-berbasis-budaya

Rabu, 06 Maret 2013

Perdagangan Bebas Antara Indonesia dengan China


Ketertarikan ASEAN mengikutsertakan China menjadi partner dagang dalam ACFTA karena China memiliki potensi pasar yang bagus. Seperti yang kita ketahui China merupakan negara berkembang di Asia yang perkembangan ekonominya cukup pesat dan mampu mempertahankan pertumbuhan yang tinggi dibanding negara-negara lainnya, sehingga posisi Cina saat ini cukup penting dalam perekonomian global. China yang memiliki penduduk yang begitu besar yaitu 1,4 miliar yang merupakan pasar yang cukup besar dan potensial sehingga akan saling menguntungkan apabila dapat dijalin kerjasama diberbagai sektor ekonomi, karena disamping memiliki kemampuan investasi yang tinggi, Cina juga membutuhkan bahan baku dan barang modal untuk menggerakkan sektor industrinya. Dengan diberlakukannya pasar bebas tersebut, akan membuat produk-produk impor dari ASEAN dan China menjadi lebih mudah masuk ke pasar domestik. Selain itu harga produk tersebut juga menjadi lebih murah, disebabkan adanya pengurangan atau penghapusan tarif bea masuk.
Bagi Negara Republik Indonesia, perdagangan bebas ASEAN dengan China ini memberikan dampak positif dan negatif terhadap perekonomian. Dampak positifnya adalah terbukanya peluang Indonesia untuk meningkatkan perekonomiannya melalui pemanfaatan peluang pasar yang ada, dimana produk-produk dari Indonesia dapat dipasarkan secara lebih luas ke negara-negara ASEAN dan China. China yang memiliki wilayah yang luas, jumlah penduduk yang banyak, serta pertumbuhan ekonomi yang pesat menjadi pasar yang potensial untuk mengekspor produk-produk unggulan dari Indonesia ke negara tersebut. Dengan mengalirnya produk-produk Indonesia ke negara luar, maka kegiatan industri di Indonesia menjadi meningkat, sehingga dapat meningkatkan pendapatan negara Indonesia.
Sebaliknya, perekonomian China yang begitu kuat terfokus pada ekspor menjadi tantangan bagi Indonesia. Ditambah lagi Pemerintah China yang mendukung penuh perdagangan masyarakatnya telah mampu untuk menghasilkan produk yang berkualitas, produk yang bervariasi, teknologi yang maju serta harga yang relatif murah. China yang memiliki keunggulan produk yaitu pada produk-produk hasil pertanian seperti Bawang putih, bawang merah, jeruk mandarin, apel, pir, dan leci. Tidak hanya pada bidang pertanian saja China unggul, namun  pada produk hasil industry seperti tekstil, baja, mainan anak-anak, perkakas rumah tangga, barang-barang elektronik, dan alas kaki membuat China semakin sulit untuk disaingi dimana mereka memiliki biaya produksi dan upah buruh yang murah. Sedangkan Indonesia begitu unggul di sector pertanian saja seperti minyak kelapa sawit (CPO), karet, kokoa, dan kopi. Kemudian produk yang harus bersaing adalah garmen, elektronik, sektor makanan, industri baja/besi, dan produk hortikultura.
Dengan demikian produk-produk dari China tersebut akan mendominasi pasar di Indonesia. Begitu pula produk Indonesia yang sama dengan produk dari China, namun Indonesia masih kalah bersaing di beberapa produk tersebut. Walaupun begitu Indonesia masih unggul dalam produk komponen otomotif, garmen, furniture, dan perlengkapan rumah tangga.[1] Walaupun memiliki unggulan produk, namun hal tersebut akan menjadikan sebuah tantangan yang berat bagi Indonesia karena harus bersaing dengan produk lain yang lebih murah dan berkualitas.
Secara umum, Negara Republik Indonesia masih tertinggal dari China, hal ini terlihat dari infrastruktur Indonesia yang jauh tertinggal dari China. Padahal infrastruktur yang baik akan menunjang dalam menciptakan biaya berproduksi murah yang selanjutnya akan menekan harga di tingkat konsumen. Infrastruktur yang baik juga sangat membantu dalam perluasan pasar hingga mencapai tingkat perdagangan ekspor-impor. Hal ini terlihat dari masih banyaknya jalan-jalan yang rusak dan adanya pungutan liar sehingga membuat naiknya harga produk-produk yang didistribusikan.
Dalam perdagangan bebas antara Indonesia dengan China ini, masyarakat memandang ACFTA sebagai ancaman, karena berpotensi membangkrutkan banyak perusahaan dalam negeri. Perusahaan yang diperkirakan akan mengalami kebangkrutan tersebut adalah tekstil, mainan anak-anak, furniture, keramik dan elektronik. Bangkrutnya perusahan tersebut disebabkan karena ketidaksiapan para pelaku bisnis Indonesia, terutama bisnis menengah dan kecil dalam bersaing. Pemikiran tersebut didasarkan pada kondisi yang terjadi saat ini, dimana berbagai produk dari China telah membanjiri pasar Indonesia. Produk dari China yang masuk ke Indonesia sangat bervariasi dan memiliki harga yang relatif murah. Sebagai contoh, batik yang merupakan simbol budaya Indonesia telah dibuat pula oleh Cina. Dimana batik made in China tersebut telah tersebar di pasar-pasar tradisional atau pusat perbelanjaan grosir. Batik ini laku di pasaran karena harganya yang begitu murah dibandingkan batik asli Indonesia dan juga batik ini hampir mirip dengan batik buatan Indonesia.[2] Begitu pula yang terjadi pada produsen meubel Indonesia yang harus bersaing ketat dengan produk meubel dari China. Dimana meubel China berbentuk minimalis yang begitu diminati oleh masyarakat domestik. Ditambah lagi belum ada SNI (Standar Nasional Indonesia) bagi meubel Indonesia sehingga meubel dari China tersebut dapat tersebar bebas di Indonesia dan lebih laku.[3]
Secara perlahan ketika kelangsungan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) seperti batik, tekstil, mainan, kerajinan, jamu, keramik, meubel, dan lainnya mengalami kebangkrutan maka pekerja lokal pun akan terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga angka pengangguran akan semakin meningkat. Seperti yang terjadi pada industri petrokimia yang harus mem-PHK 86.000 karyawannya karena tidak mampu bersaing dengan barang impor China[4]. Kemudian sebanyak 2.000 industri kecil tekstil yang masing-masing memperkerjakan antara 12 hingga 50 tenaga kerja terancam tutup.[5] Dengan begitu masyarakat lebih cenderung kepada produk tekstil dari China yang mempunyai harga lebih rendah dibandingkan dengan produk lokal. Akibatnya permintaan domestik terhadap produk tekstil menjadi menurun, sehingga mematikan produsen tekstil dalam negeri. Hal yang sama juga terjadi pada industri mainan, meubel dan lainnya.
Sementara itu, dengan diberlakukannya ACFTA, maka China yang akan memperoleh keuntungan dari ketersediaan sumber daya alam dan energi Indonesia. Negara China akan memanfaatkan sumber daya alam dan energi Indonesia itu untuk menggerakkan industri mereka dengan biaya yang murah dan hasilnya kemudian dipasarkan kembali ke Indonesia.
Masuknya produk China ke Indonesia tidak hanya berdampak terhadap produk Indonesia, akan tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Beberapa produk China yang masuk ke Indonesia mengandung racun dan zat yang berbahaya bagi kesehatan, seperti timbal yang terdapat pada mainan anak-anak.[6] Lalu, produk  yang mengandung susu dimana di dalamnya terdapat melamin. Melamin ini biasa digunakan pada pembuatan plastik, pupuk, dan pembersih.[7] Kemudian produk makanan berupa jeruk ditemukan mengandung formalin,[8] dan produk kosmetik juga ditemukan mengandung merkuri atau air raksa sehingga begitu berbahaya bagi tubuh.[9]
Berbagai permasalahan yang terjadi dengan masuknya produk dari China ke Indonesia menggambarkan  pengaruh negatif dari ACFTA terhadap industri dan juga kesehatan masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu masyarakat dan para pengusaha industri tidak setuju atas pelaksanaan ACFTA karena merugikan mereka. Sementara itu pemerintah Republik Indonesia sampai saat ini masih tetap menjalankan ACFTA, karena dianggap akan dapat meningkatkan daya saing Indonesia terhadap barang-barang dari China tersebut.

komentar
setelah saya membaca artikel di atas, saya khawatir terhadap dampak negatif dalam perdagangan bebas antara indonesia dengan china sebab dengan adanya perdagangan bebas ini produk-produk yang berasal dari china akan mudah masuk ke indonesia tanpa dikenai biaya yg mahal atau bahkan tidak ada pajak sama sekali, disamping itu produk-produk dari china akan dijual murah di Indonesia yang akan mengakibatkan selera konsumen indonesia terhadap produk dari china tersebut akan meningkat, sedangkan permintaan produk dalam negeri akan merosot tajam dan perusahaan dalam negeri pun akan bangkrut, kalau sudah bangkrut pasti akan timbul PHK(pemutusan hubungan kerja) dan mengakibatkan pengangguran.
apalagi salah satu icon budaya indonesia yaitu batik tulis, daya beli masyarakat terhadap batik tulis tersebut akan menurun, dikarenakan adanya batik printing buatan China yg lebih modern dan pastinya murah itu, masyarakat Indonesia pasti akan beralih ke batik buatan china tersebut.
sepatu buatan cibaduyut pun terancam berkurang produksinya, karena adanya sepatu-sepatu buatan China, murahnya sepatu buatan China akan memukul industri kelas menengah kebawah, apalagi harga sepatu lokal minimal Rp.50.000,-
apalagi belakangan ini banyak makanan China yg mengandung racun, seperti melamin yg terkandung dalam susu, kalau masalah ini tidak ditindaklanjuti secara tegas, pasti sudah banyak masyarakat di Indonesia ini yg terkontaminasi dengan zat-zat yg berbahaya bagi kesehatan tersebut.
saya sebagai masyarakat Indonesia, belum siap dengan adanya perdagangan bebas tersebut, strategi kita pun dalam menghadapi perdagangan bebas tersebut masih dikatakan masih kurang, kalau kita tidak punya strategi yg kuat pasti kita akan menjadi penonton dirumah sendiri.
apalagi dampak negatif yg ditimbulkan dengan adanya perdagangan bebas ini sangat kompleks, para pengusaha pribumi pun akan merugi, pengangguran meningkat, serta dalam mengkonsumsi makanan yg mengandung zat berbahaya akan mempercepat kematian.
www.studentsite.gunadarma.ac.id

Minggu, 02 Desember 2012

????

Entah mengapa kau tak pernah berubah..
Kau selalu buat hatiku sakit..
Kau tak pernah memikirkan betapa sakitnya hati ini...
Kau selalu mengikuti egomu..
Tak pernah sedikitpun kau menghiraukan perasaanku ini..
Sebenarnya apa yang kau cari???
Apakah aku kurang dimatamu???
Atau mungkin kamu tidak serius kepadaku???
Arrrrggghhhh enatahlahhh...
Mungkin itu semua hanya akan menjadi tanda tanya besar bagiku...

www.gunadarma.ac.id
www.studentsite.ac.id

Sabtu, 03 November 2012

Cinta Anak Kyai (Tulisan)


“ CINTA ANAK KYAI “
            Kisah ini menceritakan tentang anak perempuan yang bernama Nina yang broken home, nina memiliki seorang kakak yang bernama Erik. Erik adalah seorang pemuda yang kerjanya hanya melakukan hal-hal negatif bersama teman-temannya, dia pemakai narkoba.
            Di cerita ini ada seorang pemuda yang bernama Yusuf, dia adalah anak Kyai. Yusuf terbilang anak yang soleh, dia suka membantu orang tuanya menggembalakan kambing. Yusuf suka meminta pada Abah dan Mimi nya untuk dibelikan sepeda motor tetapi tidak dikabulkan.
            Yusuf sebenarnya suka dengan Nina, tapi Nina tidak. Yusuf mempunyai teman bernama Andi, Andi membantu Yusuf menyusun strategi untuk mendekati Nina. Rencana tersebut dijalani oleh Yusuf, waktu malam minggu Yusuf ingin pergi kerumah Nina penampilan Yusuf pun berubah tidak seperti biasanya, Mimi nya Yusuf pun kaget melihat penampilan anaknya yang menjadi modis dan Yusuf pun sekarang punya motor hasil dari penjualan kambing kesayangannya.
            Sesampai Yusuf dirumah Nina, Yusuf mengajak Nina pergi keluar, tetapi nina menolak. Dia malah menyuruh yusuf mencuci motor. Mimi Yusuf menceritakan apa yang dilihatnya pada Abah, Abah pun bingung. Diam-diam Nina juga suka pada Yusuf, lalu Nina berdandan, ketika itu Erik datang dan Yusuf pun meminta izin padanya dan diizinkan tapi dengan syarat, Yusuf menyetujuinya. Yusuf dipaksa memakai narkoba oleh teman-temanya Erik. Yusuf pun pingsan, dan Erik pergi bersama temannya. Nina kaget melihat Yusuf, lalu Nina meminta tolong orang membawa kerumah Yusuf, Yusuf pun dibawa kerumah sakit. Nina menceritakan kronologisnya pada orang tua Yusuf, ketika Yusuf sadar, dia menceritakan semuanya. Miminya mau melaporkan Erik ke kantor polisi.
            Nina akhirnya jatuh cinta pada Yusuf, tapi orang tua Yusuf tidak menyetujui hubungan mereka. Yusuf disuruh menjauhi Nina, Yusuf pun menolaknya. Kabar mengejutkan datang dari rumah sakit, darah Yusuf dinyatakan positif HIV. Yusuf diusir dari rumah oleh Abahnya, dia juga selalu teringat masalahnya, Nina pun kangen dengan Yusuf.
            Erik datang kerumah dan menutup mulu Nina serta mengikat tangannya. Dia mencari-cari surat rumahnya, lalu ketemu. Nina akhirnya bisa melepaskan ikatannya, dan ia datang kerumah Yusuf serta meminta maaf pada Miminya Yusuf. Yusuf pulang kerumah dan meminta maaf pada orang tuanya, orang tuanya telah memaafkan dia.yusuf kembali ke kampus dan bertemu pada Andi, Yusuf bertanya pada Andi tentang info LSM yang menangani HIV, Andi memberitahukan pada Yusuf, dan mereka pun pergi kesana. Sesampai disana Yusuf langsung bertanya-tanya pada ketua LSM tentang HIV dan AIDS. Orang dari LSM tersebut menjelaskan dengan panjang lebar tentang bagaimana HIV itu bisa tertular. Orang LSM itu juga menanyakan siapa yang terkena HIV, lalu Yusuf menjawab bahwa dirinyalah yang terkena HIV. Andi pun kaget mendengar pernyataan tersebut, Yusuf memberitahukan bahwa orang seperti dia pun bisa terkena HIV, Yusuf berkata pada Andi untuk berhati-hati.
            Ada polisi datang kerumah Nina dan memberitahukan bahwa Erik ada di rumah sakit, Nina pun kerumah sakit dan bertanya pada polisi dan tetangga dimana Erik. Ternyata Erik sudah meninggal karena Erik telah memakai narkoba terlalu parah. Nina menangis, tetangga nya juga memberitahukan kalo Yusuf juga terkena HIV dari Erik.
            Nina kerumah Yusuf, dan berlutut pada Mimi nya Yusuf. Minya Yusuf memaafkannya. Saat Sholat berjama’ah, Nina dan Yusuf bertemu. Yusuf tersenyum pada Nina lalu berjalan ke barisan laki-laki. Abah Yusuf menyuruh Yusuf menjadi imam, tetapi Yusuf menolak karena merasa belum pantas, tetapi Abah nya tetap menyuruhnya, lalu Yusuf pun menjadi imam untuk memimpin jalannya sholat.
SELESAI
Kesan: Menurut saya cerita ini cukup baik karena di dalam cerita ini ada bagian yang menjelaskan tentang HIV. Kesan saya pun ketika menonton film tersebut, terharu dan bangga pada Yusuf karena Yusuf tetap tegar menghadapi masalah tersebut dia tetap berfikir positif. Nina juga tegar menjadi perempuan, walaupun keluarganya berantakan dia juga tidak seperti kakaknya. Saya juga merasa khawatir pada pergaulan jaman sekarang, orang yang baik dan taat beragama juga bisa terjerumus.
PESAN :  Segala sesuatu harus ikhlas dan selalu berserah diri pada Tuhan, serta                               jangan mudah putus asa dalam menghadapi rintangan.
-          Selalu berfikir positif jangan mengikuti hal-hal yang buruk dan selalu berhati-hati.
www.gunadarma.ac.id
www.studentsite.ac.id

Analisis Logo Maicih


ANALISIS TUGAS BISNIS

Disini saya akan menganalisis tentang materi yang kelompok saya buat yaitu tentang Maicih, yang akan saya analisis adalah perbandingan antara logo maicih tampak depan dengan tampak samping
Menurut wawancara yang telah kelompok kami lakukan, seorang dari penjual maicih menjelaskan bahwa logo maicih yang tampak depan itu harganya lebih mahal yaitu Rp. 23.000,- dibandingkan yang tampak samping yang dibandrol dengan harga Rp. 18.000,-
Dari wawancara tersebut juga diberitahukan bahwa logo yang tampak depan masa kedaluwarsanya hanya 2 bulan dibandingkan yang tampak samping yang masa kedaluwarsanya lebih panjang yaitu setahun, dan yang tampak samping lebih banyak menggunakan pengawet.
Dari info yang saya dapat dari dunia maya, disini saya akan memberitahu perbedaan dari kedua logo tersebut.
PERBEDAAN
HADAP DEPAN
HADAP SAMPING
Logo
Menghadap ke depan (saya menyebutnya logo MAMAH DEDEH :D)https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizCmARCC9MM9pqvX1EM5Pf7SejJbtvVT2uM_J-p4f8PPSr3FdYH8LQh3ibmLL6KD-cJFfQX7SDi6K7v2qjFkqmyZGgKbiST8okYmEVwC5EiTEX7L4eViBpeKANo3cV46ZvS9CQdWW7/s320/keripik+maicih+21.40.00.jpg
Menghadap ke samping
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg_Phvkv6Wu3ee6q81JQQ7O7c8TML2hcMV4BK9H_hSwk1l3yK__I92flRGyV3CQ7sqPj0uJk2HSOqOqVLxzzuoZxzdhPZf0cwdxUpls0EQRwEJqAH75kuIIKnROj-m0d_6wMpGNUTH/s320/keripik+maicih+21.39.25.jpg
Warna
Keputih-putihan (kata putihnya 2x lho :D)
Kemerah-merahan
Ketebalan
Tipis
Relatif lebih tebal
Rempah-rempah
Terasa lebih banyak dan hangat
Relatif sedikit
Rasa
Setelah di tes di level yang sama rasanya kurang pedas dan jenis singkongnya agak manis
Setelah di tes di level yg sama rasanya relatif lebih pedas dan bumbu penyedap semacam vetsin terasa lebih banyak
Kemasan
Plastik yang dibungkus rapi dengan paper bag
Plastik
twitter
@maicihhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwTXljFC3svnf7uGGQWjgn7C5V6g-EjEGyjG7veDfpDVX9rd_QWhbhkohFgPVZM99kfvacrys5wLsA2RJXB6ocdHCtQRFVQr91gm7uC5_HX9Z80yG96Uc6IuH_VynQ7gezIDZZ1gM5/s320/keripik+maicih+18.24.49.jpg
@infomaicihhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVK0XCAxmfSMZC9QZNSY_2HRkW6kRFpNIOIfnOSEGcf1Y5RCAKZUnyNfQpoVzhaT19Y8Pe4oZywb2HdM8RYGSJXDjq9GZ5M4FbfrJ2YVct6RkGcRb_oy1wcMMYgY6BTMv0lwKG3ETO/s320/keripik+maicih+18.23.29.jpg
website
Varian
Keripik (Lev.3/5/10), Seblak, Gurilem, Basreng, Makaroni (Lidi/Lampion/Hileud)
Keripik (Lev.3/5/10), Seblak, Gurilem
Sertifikat
Halal MUI, LP POM, Izin Dinkeshttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBN0bnI_NysQqyMHoCUFVLkgHfZeG3SRHpOe4aHt-0mlsWGeQwSGvRipnnSfx4CQ_3ewElZNWERejhBY4PQgKEUR6_1vBG-egQfBS1MIO21muqh3QrT7vi6RVOgkLevoL9LT8i4gTc/s320/keripik+maicih+18.26.51.jpg
-
Komposisi
Tercantum di belakang kemasan
-
Program Sosial
-
Produsen
CV. Maicih (dikelola oleh Dimas Ginanjar "Bob" Merdeka)
PT. Maicih Inti Sinergi (dikelola oleh Reza "Axl" Nurhilman)
Agen
Anak/cucu Emak
Jenderal

Dari tabel diatas banyak penggemar maicih yang berkomentar bahwa rasa dari maicih yang tampak samping terlalu pedas sesuai dengan levelnya dan gurih, sedangkan yang tampak depan itu rasa pedasnya pas, tidak menguras perut, serta dilengkapi sertifikat LPPOM dan Dinkes.

Itulah analisis yang saya buat berdasarkan sumber dari agen di margonda(samping margo) dan dari dunia maya.

Sabtu, 20 Oktober 2012

AKU

Aku bukanlah seseorang yang sempurna...

Aku bukanlah malaikat yang melindungimu...

Aku bukanlah dewi yang kau selalu impikan...


Aku hanyalah wanita yang tak luput dari dosa...

Aku hanyalah manusia biasa yang memiliki kekurangan serta 
kelebihan yang tak banyak...

Aku hanya ingin kau bisa menerimaku apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang aku miliki...
www.gunadarma.ac.id